Muse » Info Muse » Ulasan Album Muse – The 2nd Law

Ulasan Album Muse – The 2nd Law

Ulasan Album Muse – The 2nd Law – Muse memutuskan untuk mengadopsi dubstep di album ke enam mereka, The 2nd Law. Setidaknya demikian yang tertangkap saat mendengarkan single Madness yang di lempar trio yang terdiri atas Matt Bellamy, Christopher Wolstenholme dan Dominic Howard ini.

Memang, di dalam Madness, elas-jelas kehadiran ambience synthpop dengan pola ritmis mirip dubstep sudah mewarnai bahkan semenjak lagu dibuka. Tentu saja lagu ini memang terdengar sedikit berbeda dari kebanyakan lagu milik Muse. Namun jangan kuatir, sensasi rock-orchestra masih dapat ditemukan. Mengutip Matt Bellamy, “It’s the song I’m probably most proud of on the album for sure.” Well, definitely worth checking.

Upaya Muse untuk tampil ala dubstep memang kemudian dicurigai akan membawa aliran bermusik menuju arah yang berbeda. Akan tetapi setelah mendengarkan The 2nd Law secara keseluruhan, ketakutan tersebut sama sekali tidak perlu. Dengan pengecualian Follow Me yang juga hadir dengan semangat yang sama, bahkan menjurus elektro-pop dan nomor instrumental sepanjang 5 menit, The 2nd Law: Isolated System, nyaris tidak kita temui lagu jejak elektronika di dalamnya.

Simak saja Survival yang tampaknya merupakan variasi kesekian dari I Will Survive-nya Gloria Gaynor. Kemungkinan besar, tentu saja, karena diawal-awal, lagu ini memang agak mengingatkan lagu legendaris itu. Namun kemudian lagu menunjukkan bentuk sebenarnya, sebuah symphonic-rock yang over-the-top. Muse memang paling bisa memadukan antara rock menggelegar dengan gaya musik ala opera yang megah dan menggugah. Mengingat lagu ini juga menjadi lagu resmi untuk Olimpiade 2012 yang akan diadakan di London, maka Survival pun hadir dengan semangat anthem yang menggelora. Melodi yang turun naik dengan dramatis tetap bisa ditemui disini.

Lagu antemik dengan kekuatan orkestra yang megah juga ditemui dalam nomor instrumentak bertajuk The 2nd Law: Unsustainable. Balutan string yang bergesek cepat disertai choir yang menggugah menjadi kekuatan utamanya. Dan untuk menyemarakkan, memang Muse memasukkan imbuhan dub-step agar lagunya terdengar urban dan kontemporer.

Selebihnya, kita akan menemui banyak-banyaik lagu rock ala Muse yang penuh dengan semangat tanpa terlupa atmosfir kelam. Sebut saja lagu-lagu seperti Supremacy yang membuka album, yang hadir seolah-olah menjadi lagu tema untuk sebuah film James Bond, Animal yang hadir dengan lebih lembut, Explores yang melantun perlahan, atau Save Me yang grungy dalam kepedihannya. Jangan lewatkan nomor “disko” ala Muse yang seru dan dapat ditemui dalam track Panic Station yang mengadopsi gaya funk yang cantik.

The 2nd Law menunjukkan jika Muse mencoba untuk terus mengeksplorasi kekuatan mereka. Termasuk dengan mengadopsi undur dubstep tadi. Dan sebenarnya mereka cukup mulus dalam menghadirkan sentuhan baru dalam lagu-lagu mereka. Hanya saja yang menjadi catatan, dubstep tersebut terkesan hanya sebagai gimmick kertimbang bagian yang intergratif dari lagunya.

Tetap saja memang lagu-lagu terkuat di dalam album ini adalah lagu-lagu yang memiliki ciri khas ala Muse. Dan sayangnya lagu-lagu tersebut adalah jenis lagu yang memang sudah kita duga hadir dari band semumpuni Muse. Bagus, akan tetapi tidak terlalu memberikan warna baru.

Namun begitu, terlepas dari beberapa catatan kecil tersebut, The 2nd Law tetaplah sebuah album pop yang sangat seru untuk disimak. Penuh dengan dinamika, dengan intensitas yang terjaga. Mendengarkannya membawa emosi kita naik-turun layaknya menaiki sebuah roller-coaster. Dan yang paling penting, tidak ada kata “membosankan” saat mendengarkannya.

The 2nd Law tidak hanya cocok untuk para penggemar setia Muse, namun juga layak untuk disimak bagi penikmat musik secara umum.

Lihat Tulisan asli

MUSER ID

MUSE - Music For Clever People / Muse Indonesia / Muser Indonesia / Penikmat Musiknya MUSE / Follow @MuserID

Info Muse » »
Ulasan Album Muse – The 2nd Law Reviewed by Muser Indonesia on . This Is Article About Ulasan Album Muse – The 2nd Law

Ulasan Album Muse – The 2nd Law – Muse memutuskan untuk mengadopsi dubstep di album ke enam mereka, The 2nd Law. Setidaknya demikian yang tertangkap saat mendengarkan single Madness yang di lempar trio yang terdiri atas Matt Bellamy, Christopher Wolstenholme dan Dominic Howard ini. Memang, di dalam Madness, elas-jelas kehadiran ambience synthpop dengan pola ritmis mirip dubstep

Rating: 4
Tulisan Sebelumnya
«
Tulisan Selanjutnya
»

3 Komentar "Ulasan Album Muse – The 2nd Law"


  1. imamfumi says:

    kayanya MUSE hampir total berubah ya di ‘The 2nd Law’ ini. menarik sih, cuma kayanya lebih suka album2 yg terdahulu. kangen juga sama lagu2 symphony orchestra yg panjang kayak ‘united states of eurasia’ & ‘knights of cydonia’. gak nemuin yg sejenis itu di album ini.
    tapi tetep aja lah, experimen bermusik matt emang patut diapresiasi, #MUSE

  2. Lingga says:

    Bah! Explorers ‘kan symphony orchestra, malah knight of cydonia lebih deket ama genre rock

  3. rizky says:

    Mau bagaimana pun perubhan musik nya dri muse, gue ttp muser sejati……


Halo, Silahkan Tinggalkan Komentarnya